Konfigurasi Wireless Bridge di Mikrotik

11/07/2016 10:53:00 AM 0 Comments A+ a-

Konfigurasi Wireless Bridge di Mikrotik

Melanjutkan postingan sebelumnya yakni tentang bridge.Bridge juga dapat berjalan pada jaringan wireless.Proses bridge berjalan pada layer data link (layer 2).Station bridge adalah fitur MikroTik sejak v5 yang memungkinkan station untuk dibridge.Station bridge hanya akan berjalan pada koneksi antar MikroTik (versi 5 keatas).

Berikut ini adalah langkah langkahnya :
Lakukan hal ini pada kedua PC yang akan di bridge.Tentunya kita harus konek ke mikrotiknya dong.Oh ya ini gambar topologinya menyusul yah :D.

Pertama,buat interface bridge dengan menekan pada Menu Bridge


Klik add > pada tab General ,Name :bridge1(bebas) > Apply > Ok


Kemudian daftarkan port yang akan dibridge disini yang saya gunakan adalah ether1 dan wlan1.Masih pada menu Bridge tab Port > add >General ,Interface :ether 1,Name : bridge1 > Apply >Ok



Lakukan hal yang sama untuk wlan1 , seperti ini :


Lalu Atur IP ether1 pada PC1 ,IP>Addresses>Add >Address:192.168.10.2/24 ,interface:bridge1 > Apply >OK 


Dan juga sama Atur IP ether1 pada PC2,IP>Addresses>Add >Address:192.168.10.3/24 ,interface:bridge1 > Apply >OK


Lakukan konfigurasi pada IP PC1,ipnya 192.168.10.1/24


Dan lakukan konfigurasi pada IP PC2,ipnya 192.168.10.4/24

Disini PC1 kita jadikan sebagai AP bridge dengan cara masuk menu Wireless>Double klik wlan1 > tab wireless , Mode :ap bridge dan SSID :TEKAJE ( bebas ) > Apply >Ok
Kemudian PC2 saya jadikan sebagai station,maka ia harus terhubung wireless yang dibuat PC1 tadi dengan cara ,masuk menu Wireless > Double klik wlan1 
klik scan ,pilih SSID TEKAJE ,Connect >



tab wireless ,mode :station bridge > Apply > Ok

Cek dengan ping antara pc ke pc ,interface dan interface
PC1

PC2

Sekian dan terima kasih ,semoga bermanfaat




Konfigurasi Bridge di Mikrotik

11/07/2016 10:36:00 AM 0 Comments A+ a-

Konfigurasi Bridge di Mikrotik

Menggabungkan 2 atau lebih interface yang bertipe ethernet, atau sejenisnya, seolah-olah berada dalam 1 segmen network yang sama,Bridge juga dapat berjalan pada jaringan wireless.Proses bridge berjalan pada layer data link (layer 2).Interface bridge adalah interface virtual, dimana kita dapat membuat sebanyak yang kita inginkan.Tahap pembuatan bridge adalah, membuat bridge baru dan menambahkan interface fisik kedalam port bridge.Jika kita membuat interface bride tanpa menambahkan interface fisik pada portnya, maka bridge tersebut dianggap sebagai interface loopback.
Kelemahan dari Bridge adalah:
-Sulit untuk mengatur trafik broadcast(misalnya akibat virus, dll)
-Permasalahan pada satu segmen akan membuat masalah di semua segmen pada bridge yang sama
-Peningkatan beban trafik akibat terjadinya akumulasi traffic

Berikut ini adalah langkah langkahnya :
Lakukan hal ini pada kedua PC yang akan di bridge.Tentunya kita harus konek ke mikrotiknya dong.Oh ya ini gambar topologinya menyusul yah :D.

Pertama,buat interface bridge dengan menekan pada Menu Bridge


Klik add > pada tab General ,Name :bridge1(bebas) > Apply > Ok


Kemudian daftarkan port yang akan dibridge disini yang saya gunakan adalah ether1 dan ether 3.Masih pada menu Bridge tab Port > add >General ,Interface :ether 1,Name : bridge1 > Apply >Ok



Lakukan hal yang sama untuk ether3 ,sehingga hasilnya seperti ini :


Lalu Atur IP ether1 pada PC1 ,IP>Addresses>Add >Address:192.168.10.2/24 ,interface:bridge1 > Apply >OK 


Dan juga sama Atur IP ether1 pada PC2,IP>Addresses>Add >Address:192.168.10.3/24 ,interface:bridge1 > Apply >OK


Lakukan konfigurasi pada IP PC1,ipnya 192.168.10.1/24


Dan lakukan konfigurasi pada IP PC2,ipnya 192.168.10.4/24


Cek dengan ping antara pc ke pc ,interface dan interface
PC1

PC2

Sekian dan terima kasih ,semoga bermanfaat



Wireless Tools

11/07/2016 10:00:00 AM 0 Comments A+ a-

Wireless Tools
Kali ini saya akan berbagi ilmu tentang wireless tools di mikrotik,lebih lengkapnya baca aja>Wireless tools digunakan untuk mengawasi atau memonitor kondisi jaringan wireless disekeliling kita.Untuk menggunakannya dapat dilakukan menggunakan winbox dan masuk ke menu wireless

Atau bisa dengan masuk ke interface wlannya dengan double klik wlan

Berikut ini penjelasan tiap tools wireless yaitu  :

Scanner

Seperti dengan namanya ,scanner berfungsi memperlihatkan access point mana saja yang aktif di sekitar perangkat. Scanner akan memperlihatkan secara rinci mulai dari Mac address , SSID, Band, Frequency,Sinyal,SNR,Radio Name sampai versi dari RouterOS(Mikrotik)

Frequency Usage

Frequency usage berfungsi untuk menampilkan penggunaan/load dari tiap frekuensi di sekitar perangkat.Dengan tools ini kita dapat menentukan frequensi mana yang paling banyak digunakan(ramai)  sehingga dapat mengurangi interferensi

 Spectral Scan / History

Digunakan untuk menscan semua frekuensi yang digunakan disekitar perangkat dan plot mereka di konsol,dimana rentang frekuensi yang tepat tergantung pada kartu.Dapat dilakukan dengan membuka di terminal dengan script
/interface wireless spectral-scan wlan1

 Snooper

Tool ini mirip dengan Frequency usage,namun lebih rinci.Snooper digunakan untuk menampilkan load dan besar traffic tiap frekuensi dengan informasi yang lebih rinci.Snooper memperlihatkan info AP,jumlah Station dan Clientnya,sinyal serta masing-masing bandwidth

Align

Digunakan untuk menampilkan SSID yang digunakan serta Frekuensi dan load sebelum dan sesudahnya

Sniffer

Tool yang digunakan untuk menangkap dan menyadap paket-paket yang berjalan di jaringan yang sangat berguna untuk menganalisa trafik jaringan


Sekian dan semoga bermanfaat

PERANCANGAN JARINGAN NIRKABEL

8/10/2016 02:48:00 PM 0 Comments A+ a-


Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan tentang perancanga jaringan nirkabel.
Dalam membuat jaringan wireless atau jaringan nirkabel kita pasti memerlukan yang namanya 
perancangan ,berikut ini hal hal yang perlu untuk dipersiapkan :
1. Identifikasi kegiatan survey (koordinat, zona, channel, noise)
Survey lokasi
a. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan 
Kompas pada peta
b. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang(obstructure) sepanjang path
c. Hitung SOM, path dan accessories loss, EIRP, Freznal zone, ketinggian antena
d. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemudian potensi hidden station, over shoot, dan test noise 
serta interferensi
e. Tentukan posisi ideal Tower, elevasi, panjang kabel dan alternative seandainya ada kesulitan dalam 
instalasi
f. Rencanakan sejumlah alternative metode instalasi
 
2. Kapasitas jaringan nirkabel
3. Topologi jaringan nirkabel
Berikut jenis topologi yang digunakan pada jaringan wireless:
- Independent Basic Service Set (IBSS)

AdHoc sering disebut Independent Basic Service Set (IBBS). Jaringan AdHoc terbentuk bila 
antara client wireless yang dilengkapi dengan wireless LAN Card saling terhubung satu sama lain
 secara langsung. Pada jaringan ini tidak memerlukan perantara seperti access point atau perang
katlainnya. Topologi Adhoc ini memiliki beberapa kelemahan. Jika client yang terhubung semakin 
banyak, maka proses transmisi data akan semakin lambat.

Kelemahan lainnya, karena tidak adanya access point yang dijadikan consentrator pada topologi 
ini, menyebabkan tidak adanya perangkat yang bisa mengatur wireless client yang tekoneksi. 
Collusion atau tabrakan pun sangat mungkin terjadi.
- Basic Service Set

Koneksi antar wireless client pada topologi ini diperantarai oleh sebuah perangkat access point. 
Setiap wireless client yang ingin terhubng dengan client lainnya harus terhububung dulu dengan 
access point yang digunakan.
- Extended Service Set

Pada topologi ESS terdapat lebih dari satu access point yang digunakan. Tujuannya adalah untuk
 menjangkau area yang lebih jauh lagi. Jadi, bisa dikatakan topologi ESS ini merupakan gabungan
 atau kumpulan dari topologi BSS.Pada topologi BSS atau ESS, kita bisa memadukannya dengan 
jaringan kabel. Koneksi ini biasa disebut infrastruktur, dimana wireless client dapat terhubng dan berkomunikasi dengan client lain pada jaringan kabel.
 - Paduan BSS dan ESS
4. Mengidentifikasi interkoneksi perangkat jaringan
5. Kondisi channel
Channel dapat diibaratkan seperti sebuah jalan. Peralatan wireless yang mendukung standar 
protocol 802.11a/b/g yang menggunakan frekwensi 2, 4 GHz mempunyai jumlah 14 channel. 
Pemasangan Access Point dengan menggunakan frekwensi 2, 4 GHz lebih dari satu dalam satu
 ruangan atau area, harus memperhatikan channel agar tidak terjadi interferensi antar access 
point yang nanti dapat mengakibatkan kerusakan data. 
6. Interferensi
Beberapa sumber noise:
- Natural noise, adalah noise dari atmosfer dan galaksi
- Manmade noise, adalah sinyal RF yang diambil oleh antena. Termasuk microwave oven, 
telepon cordless, dan indoor WiFi
- Receiver noise, adalah noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal penerima
- Interferensi dari jaringan lain, adalah interferensi yang disebabkan oleh jaringan wireless lain 
yang bekerja pada band yang sama.
- Interferensi dari jaringan sendiri, adalah terjadi jika kita menggunakan frekwensi yang sama 
lebih dari satu kali, menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup jarak /spasi antar 
channelnya, atau menggunakan urusan frekwensi hopping yang tidak benar. 
- Interferensi dari sinyal out of band, adalah disebabkan oleh sinyal yang kuat di luar frekwensi 
band yang kita gunakan, misalnya pemancar FM, AM, atau TV, pager, radio CB.
Strategi untuk menanggulangi interferensi
- Gunakan antena sectoral atau antena pengarah / narrow band dengan penguatan tinggi. 
Biasanya sangat efektif untuk mengurangi interferensi terutama di daerah yang spectrum-nya 
sangat padat sekali.
- Gunakan jalur-jalur yang pendek, jangan berusaha membangun sambungan jarak jauh.
- Pilih frekuensi yang tidak banyak digunakan oleh stasiun lain.
- Ubah / ganti polarisasi antenna.
- Atur azimuth antenna.
- Ubah lokasi peralatan

Sekian dan semoga bermanfaat ya