Subnetting

1/25/2016 09:33:00 AM 0 Comments A+ a-

SUBNETTING

Pada tulisan iam kali ini,masih ada hubungannya dengan postingan iam sebelumnya IP Address,hanya kali ini akan membahas tentang Sub to the Netting alias Subnetting.What is the subnetting ?.Subnetting adalah proses memecah jaringan/network menjadi beberapa sub network dan mendistribusikan beberapa alamat ip. Dan atau menjadikan host sebagai subnet,host/perangkat yang terletak pada subnet yang sama dapat berkomunikasi satu sama lain secara langsung (tanpa melibatkan router/routing).
Subnetting sangat diperlukan karena efisiensi dan mengoptimalisasi pengelolaan dan kinerja suatu jaringan,serta  meminimalisir penggunaan alamat ip yang tidak terpakai atau terbuang.Dapat dianalogikan,apabila pada sebuah perusahaan terdapat 100 komputer dan di perusahaan tesebut terdiri dari 4 bagian yang setiap bagian terdiri dari 25 komputer.Pastinya sangat sulit untuk seorang administrator mengelola 100 komputer dalam satu jaringan tunggal ,maka diperlukan pembagian jaringan dengan subnetting.Atau contoh lain dalam sebuah kampung dibagi menjadi beberapa gang yang tiap gangnya memiliki ketua Rt sendiri-sendiri yang bertugas mengelolanya.Oh iya,untuk paham soal subnetting harus tahun dahulu tentang bilangan decimal dan biner(0 atau 1).

Fungsi dari Subnetting antara lain
1. Mengurangi lalu lintas jaringan,sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan(collision) atau macet
2.    Teroptimasi unjuk kerja jaringan
3.     Pengelolaan yang disederhanakan
4.    Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh

Dalam subnetting,ada 2 cara untuk menghitung subnetting yaitu dengan:
·         CIDR (Classless Inter Domain Routing)
·         VLSM (Variable Length Subnet Mask)

Dalam hal ini,iam akan menjelaskan subnetting dengan model CIDR yang menggunakan “network  prefix” dengan panjang tertentu dan “Prefix length” yang menentukan jumlah bit sebelah kiri untuk network ID.Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP address digunakan tanda garis miring(Slash) “1”,diikuti dengan angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit.Misalkan suatu IP Address dituliskan 192.168.11.27/28 yang artinya IP Address tersebut memiliki 28 bit sebagai Network ID.
Dalam subnetting yang dicari adalah Total max ip,subnetmask,Network,Host Awal,Host Akhir,Broadcast dan Jumlah Subnet . Misalkan ada ip 192.168.11.27/28 berikut perhitungan subnettingnya:

1.     Subnetmask

Berikut ini table CIDR :

Subnetmask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting pun berbeda-beda mengikuti kelas-kelasnya yaitu :
a.    Kelas C : /25 sampai /30
b.    Kelas B : /17 sampai /30
c.    Kelas A : /9 sampai /30
Misal ada ip 192.168.11.27/28 maka subnetmask atau netmask nya adalah /28 = 11111111.11111111.11111111.11110000. Prefix /28 mengindikasikan biner 1 (NetID) berjumlah 28 dan sisanya yaitu Host ID berjumlah 4.
Dari 11111111.11111111.11111111.11110000 ini ketika didesimalkan maka didapat subnet mask dari adalah 255.255.255.240
Atau dengan cara  256- Jumlah max ip,ini berlaku untuk ip kelas C,diimplementasikan berikut 256 - 16 = 255.255.255.240.

2.    Jumlah Max IP



Diatas adalah table jumlah maksimal IP. Jumlah maks IP ini dihitung dari Host ID. Dari contoh soal, didapat Host ID ada 4 bit. Karena IPv4 32bit jadi 32-28 sisa 4. Sehingga maksimal IP didapat 2^4=16.
Rumus menghitung maksimal IP: 2^Host ID

3.    Network
Dapat dicari dengan rumus.:
Segmen terakhir IP/Host ID : (dibagi) Jumlah Max IP = Hasil (abaikan komanya)
Hasil x (dikali) Jumlah Max IP = Network
Conso : 192.168.11.27/28
Jadinyaà27 : 16 = 1 , 1 X 16 = 16 maka networknya adalah 192.168.11.16

4.    Broadcast
Dapat dicari dengan rumus:
Network +(ditambah) Jumlah max IP  –(dikurangi) 1 = Broadcast
Conso : 192.168.11.27/28
Jadinyaà16 + 16 – 1 = 31 maka broadcastnya adalah 192.168.11.31

5.    Host Awal
Dapat dicari dengan rumus:
Network + (ditambah) 1 = Host Awal
Conso : 192.168.11.27/28
Jadinyaà16 + 1 = 17 maka broadcastnya adalah 192.168.11.17


6.    Host Akhir
Dapat dicari dengan rumus:
Broadcast – (dikurangi) 1 = Host Akhir
Conso : 192.168.11.27/28
Jadinyaà31 – 1 = 30 maka broadcastnya adalah 192.168.11.30

7.    Jumlah Subnet
Jumlah subnet dihitung dari Net ID. Karena Net ID subnet /28 adalah 28 maka
Subnet ID nya 4. Loh kok bisa? Karena Net ID 28 dikurangi 24 karena kelas C jadi
Intinya begini :
Ø  Kelas C dikurangi 24
Ø  Kelas B dikurangi 16
Ø  Kelas A dikurangi 8.
Didapat banyak subnetnya adalah 2^4=16 subnet.
Rumus menghitung banyak subnet dengan rumus: 2^subnet ID

Sekian dulu from me .. Wassalam
Untuk contoh soal Subnetting post selanjutnya yah J

~EraWulan