OSI LAYER - ( Open System Interconnection Layer )

1/18/2016 07:49:00 PM 0 Comments A+ a-

OSI LAYER

Pada postingan kali ini iam akan membahas tentang OSI LAYER . OSI LAYER atau kepanjangan dari Open System Interconnection merupakan model arsitektur untuk komunikasi ataupun jaringan komputer yang  menerangkan bagaimana informasi/data dari software aplikasi pada satu komputer berpindah melalui suatu media kemudian sampai akhirnya diterima kembali oleh software aplikasi pada komputer yang lain.
OSI Layer dibuat pada tahun 1984 oleh Organization for Standardization (ISO). Sebelum ada OSI, sistem jaringan sangat tergantung kepada vendor pemasok perangkat jaringan yang berbeda-beda .Model OSI terdiri dari 7 layer yaitu Physical Layer,Data Link Layer,Network Layer,Transport Layer,Session Layer,Presentation Layer dan Aplication Layer yang penempatannya dari bawah mulai dari Physical ke Aplication,seperti gambar berikut ini :


Jika 7 OSI Layer susah untuk dihafal, maka Layer 1, Layer 2 dan Layer 3 adalah suatu keharusan, karena dapat menunjukkan bedanya antara Hub/bridge, Switch dan Router. Ketiganya berada di layer yang berbeda sehingga memiliki cara kerja yang berbeda tentunya,berikut adalah cara kerjanya :




Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing layer :
1.     Physical Layer
Pada lapisan ini,terjadi pertukaran data secara dari deretan bit pembentuk data diubah menjadi sinyal-sinyal listrik yang melewati media transmisi dan juga mendefinisikan media transmisi jaringan,metode pensinyalan,sinkronisasi bit,arsitektur jaringan,topologi jaringan dan pengkabelan.

2.    Data Link Layer
Lapisan ini menyajikan format data untuk pembentukan frame,pengendalian kesalahan dan pengendalian arus data dan juga berfungsi menentukan bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut frame serta menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti hub,bridge,repeater, dan switch layer 2 beroperasi

3.    Network Layer
Lapisan ini berfungsi mendefinisikan alamat-alamat ip,membuat header untuk paket-paket, meneruskan paket-paket dari satu node ke node yang lain dalam jaringan computer dan melakukan pengalamatan serta memilih jalan(routing) melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer 3

4.    Transport Layer
Lapisan ini berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima dan  transfer data yang handal ,bertanggung jawab atas keutuhan data dalam transmisi data dalam melakukan hubungan pertukaran data juga mentransmisikan kembali paket yang hilang di tengah jalan


5.    Session Layer
Lapisan ini berfungsi mengontrol komunikasi antar aplikasi,membangun,memelihara dan mengakhiri sesi antar aplikasi juga mendefinisikan bagaimana koneksi dibuat,dipelihara atau dihancurkan juga dilakukan resolusi nama

6.    Presentation Layer
Lapisan ini berfungsi mengemas data,mengatasi perbedaan format data dengan menyamakan formatnya yaitu mentranslasikan data yang hendak ditansmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditansmisikan melalui jaringan,kompresi dan enkripsi data . Protokol yang digunakan perangkat lunak redirector seperti Workstation dan Network Shell

7.    Application Layer
Lapisan ini langsung melakukan interaksi ke user(pengguna) dengan fungsionalitas jaringan ,mengatur  bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan dan lalu membuat pesan kesalahan.Protokol yang digunakan HTTP,FTP,SMTP dan NFS

Cukup sekian postingan iam kali ini,see you bye bye J….

~Era Wulan